Pilih Laman

Mitomania adalah suatu kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kecenderungan kuat untuk berbohong secara berulang dan kompulsif, meskipun kebohongan tersebut sering kali tidak memberikan keuntungan nyata bagi dirinya. Kebohongan yang dilakukan bukan sekadar untuk menghindari hukuman atau memperoleh manfaat tertentu, melainkan telah menjadi pola perilaku yang menetap dan sulit dikendalikan. Dalam beberapa kasus, individu dengan mitomania bahkan dapat mempercayai cerita bohong yang ia ciptakan sendiri.

Dalam literatur psikologi, mitomania dikenal dengan istilah pathological lying atau pseudologia fantastica. Cerita yang disampaikan umumnya bersifat berlebihan, dramatis, dan disusun sedemikian rupa agar tampak meyakinkan. Kebohongan tersebut sering bertujuan untuk memperoleh perhatian, simpati, pengakuan, atau citra diri yang lebih baik di mata orang lain. Seiring berjalannya waktu, batas antara kenyataan dan fantasi menjadi kabur sehingga individu kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.

Penyebab mitomania bersifat kompleks dan melibatkan berbagai faktor. Faktor psikologis yang sering berperan antara lain harga diri yang rendah, kebutuhan kuat untuk diterima, pengalaman pengasuhan yang tidak kurang tepat, serta adanya pengalaman traumatis di masa lalu. Pada beberapa individu, mitomania juga dapat berhubungan dengan gangguan kepribadian tertentu, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, atau antisosial, meskipun tidak semua individu dengan mitomania memenuhi kriteria gangguan kepribadian.

Dampak mitomania dapat dirasakan secara luas, baik oleh individu itu sendiri maupun oleh lingkungan sekitarnya. Individu dengan mitomania sering mengalami kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal yang sehat karena rendahnya kepercayaan dari orang lain. Dalam konteks akademik maupun pekerjaan, perilaku berbohong yang berulang dapat menimbulkan konflik, kehilangan kepercayaan, hingga masalah hukum. Secara emosional, individu juga dapat mengalami kecemasan, rasa bersalah, dan kebingungan identitas akibat hidup dalam narasi yang tidak sesuai dengan realitas.

Penanganan mitomania memerlukan pendekatan psikologis yang menyeluruh dan berkelanjutan. Psikoterapi, khususnya terapi kognitif-perilaku, dapat membantu individu mengenali pola kebohongan, memahami pemicu emosional yang mendasarinya, serta mengembangkan cara berpikir dan perilaku yang lebih adaptif. Terapi juga berfokus pada peningkatan harga diri, pengelolaan emosi, dan kemampuan menghadapi realitas secara sehat. Dukungan keluarga dan lingkungan yang konsisten, tegas namun tidak menghakimi, sangat penting dalam mendukung proses perubahan.

Mitomania bukan sekadar kebiasaan berbohong biasa, melainkan merupakan permasalahan psikologis yang membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan bantuan profesional. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan yang memadai, individu dengan gangguan mitomania memiliki peluang untuk mengurangi perilaku berbohong dan menjalani kehidupan yang lebih jujur, stabil, dan bermakna.